PENGABDIAAN MASYARAKAT KESSOS UMJ 2026: BENIH PEMBERDAYAAN DARI TANGAN MAHASISWA UNTUK DESA CIASIHAN
Pengabdian Masyarakat Kessos UMJ di Desa Ciasihan Bogor 28-31 Januari 2026 wujudkan Madilog Tan Malaka melalui pemberdayaan batik kepret jerami padi ibu-ibu lansia HMKS UMJ dampingi UMKM lokal hadiri Dosen praktisi Muhammad Nurman Novian dan konsultan komunitas Adventus Daniel Hamonangan ciptakan identitas ekonomi desa berkelanjutan.
Di bawah naungan pepohonan desa Ciasihan Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor Jawa Barat dari tanggal 28 sampai 31 Januari 2026 Pengabdian Masyarakat Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta menjadi bukti nyata bahwa orang berpendidikan ditakdirkan turun tangan langsung ke masyarakat. Seperti ditegaskan Tan Malaka dalam Madilog pendidikan tinggi bukan untuk bertakhta di menara gading melainkan merangkul lengan kasar rakyat jelata. Pengmas ini melalui Himpunan Mahasiswa Kesejahteraan Sosial HMKS UMJ wujudkan semangat itu dengan pemberdayaan sosial pendampingan masyarakat dan intervensi berkelanjutan yang libatkan mahasiswa dosen hingga ibu-ibu lansia dalam bakti nyata dihadiri konsultan komunitas Bapak Adventus Daniel Hamonangan S.Sos. M.Kesos dan dosen praktisi Bapak Muhammad Nurman Novian S.Sos. M.Kesos. Gr.
Tangan Mahasiswa Menyentuh Desa yang Terabaikan
Empat hari di Ciasihan bukan sekadar checklist kegiatan melainkan perjumpaan jiwa antara calon pekerja sosial dan warga desa. Mahasiswa yang biasa duduk di ruang kelas AC kini bergotong royong bantu ibu-ibu susun strategi. Tangan yang dulu cuma ngetik makalah kini pegang jerami padi celup kain ciptakan motif batik kepret yang unik. Lansia yang merasa terpinggirkan kini pegang kuas pewarna merasakan kembali getar produktif usia tua.
Penutupan dengan pemberdayaan batik kepret bukan gimmick sementara. Jerami padi limbah pertanian lokal berubah jadi kain bernilai jual melalui tangan ibu-ibu dan kakek-nenek. Motif sederhana ini jadi identitas Ciasihan potensi ekonomi mandiri yang berkelanjutan. Mahasiswa belajar bahwa pemberdayaan sosial bukan beri ikan tapi ajar cari ikan sambil bikin pasarnya.
Madilog Tan Malaka Hidup dalam Pelayanan Nyata
Tan Malaka benar. Orang berpendidikan yang tak turun tangan ke masyarakat sama dengan pohon kurang air. Pengmas Ciasihan buktikan sebaliknya. Mahasiswa UMJ yang turun ke sawah Ciasihan bukan turis intelektual tapi saudara seperjuangan. Mereka belajar dari jerami padi yang dikibaskan lansia paham manajemen usaha dari ibu warung dan dapatkan pelajaran demokrasi desa dari musyawarah warga.
Kehadiran Bapak Adventus dan Bapak Nurman Novian perkuat pesan Tan Malaka. Dosen praktisi yang paham teori sekaligus realitas lapangan jadi panutan konkret. Pengmas ini lahirkan generasi kessos yang tak takut kotor tak segan belajar dari rakyat dan sadar bahwa solusi sosial lahir dari dialog bukan monolog akademik.
Intervensi Berkelanjutan Bukan Sekali Jalan
Pengmas Ciasihan wujudkan esensi kesejahteraan sosial yaitu intervensi berkelanjutan. Mahasiswa tinggalkan bukan hanya kenangan tapi roadmap konkret.